Strategi Penguatan Kapasitas Guru Melalui Modul Adaptif di Daerah Terisolir
Pengabdian Masyarakat di Desa Sepakat Jaya, Kecamatan Mandah
DOI:
https://doi.org/10.51729/al-khidmah.422486Kata Kunci:
Modul Adaptif Pesisir, Aksesibilitas Pendidikan, Resiliensi Komunitas, Pompong, Transformasi SosialAbstrak
Pendidikan di wilayah pesisir terisolir sering kali menghadapi tantangan disrupsi geografis yang menghambat kontinuitas belajar. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada isu keterbatasan aksesibilitas pendidikan di SMAS Islam Fathurrahman, Desa Sepakat Jaya, Kecamatan Mandah, akibat ketergantungan pada transportasi perahu motor (pompong) dan fluktuasi pasang-surut air laut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merancang strategi pembelajaran adaptif serta membangun resiliensi komunitas sekolah berbasis kearifan lokal. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang mengintegrasikan metode Asset-Based Community Development (ABCD) melalui siklus pemetaan akses, penyusunan Modul Adaptif Pesisir, serta pelatihan kapasitas pendidik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa implementasi Modul Adaptif Pesisir berbasis luring (offline) secara efektif menjaga keberlanjutan proses belajar siswa saat terhalang hadir ke sekolah. Selain itu, program ini memicu transformasi sosial berupa terbentuknya kemandirian belajar siswa (Self-Regulated Learning), lahirnya guru sebagai pemimpin lokal (local leader), serta munculnya pranata baru berupa regulasi jam belajar fleksibel tanpa sanksi disiplin. Tumbuhnya kesadaran kolektif antara sekolah, orang tua, dan penyedia transportasi pompong membuktikan bahwa penguatan kapasitas internal mampu mengubah kerentanan geografis menjadi resiliensi komunitas yang berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Afandi, A., & al., et. (2022). Modul Pendampingan Masyarakat: Pendekatan ABCD (Asset
Based Community Development). LPPM UIN Sunan Ampel.
Attariq, & al., et. (2025). Penguatan Literasi Anak Pesisir melalui Pendekatan
Edukasi Kontekstual Berbasis Lingkungan. DAYAKARYA: Jurnal Pengabdian
Masyarakat, 1(1), 1–10.
Bachtiar, R., & Wibowo, S. (2024). Pengembangan Modul Pembelajaran Kontekstual
Wilayah Pesisir. Jurnal Riset Teknologi Dan Inovasi Pendidikan, 7(1), 33–42.
Fauzi. (2026). Hasil wawancara mendalam dengan Fauzi (Siswa Kelas 12 SMAS Islam
Fathurrahman).
Freire, P. (2018). Pedagogy of the Oppressed. Bloomsbury Publishing.
Green, G. P., & Haines, A. (2016). Asset Building & Community Development. SAGE
Publications.
Handayani, T., & Arifin, Z. (2023). Kepemimpinan Guru di Daerah Terpencil: Agen
Perubahan Sosial Sekolah Pesisir. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 77–88.
Iskandar, M., & Wahyudi, A. (2023). Penguatan Kapasitas Guru Daerah 3T Melalui
Pelatihan Pembelajaran Diferensiasi. Jurnal Pengabdian Pendidikan, 6(2), 101–112.
Mahmud, A. (2022). Ketahanan Sosial Masyarakat Pesisir dalam Mengakses Layanan
Dasar Pendidikan. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 15(3), 180–192.
Nurbayti. (2026). Hasil wawancara mendalam dengan Nurbayti (Guru Walikelas SMAS
Islam Fathurrahman).
Nurbayti, & Syafrudin. (2026). Hasil wawancara mendalam dengan Nurbayti dan
Syafrudin.
Nurhadi, A., & Susanto, B. (2024). Kemitraan Masyarakat dan Resiliensi Pendidik di
Daerah Terluar. Jurnal Transformatif Pendidikan, 5(2), 85–97.
Pratama, Y., & Lestari, D. (2023). Kemandirian Belajar Siswa di Daerah Blankspot
Melalui Modul Cetak Mandiri. Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh, 24(1),
12–22.
Putra, E. S. I., Ahmad, Khairuddin, Muthalib, A., & Hasnawati. (2025). Transformasi
Manajemen Pendidikan di Wilayah Pesisir Inhil: Analisis Dinamika Sosial
Ekonomi Masyarakat. Jurnal Edukasi, 13(1), 652–660.
Rahmawati, E., & Fitriani, N. (2023). Aksesibilitas Pendidikan Pesisir dan Strategi
Pembelajaran Terpencil di Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Pengabdian Dan
Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 112–122.
Safitri, A., & Hidayat, R. (2022). Tantangan Pendidikan di Wilayah Pesisir: Studi
Kasus Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 85–98.
Stringer, E. T. (2020). Action Research in Education. Pearson Higher Ed.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suharto, E. (2017). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Panduan Praktis
Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Refika Aditama.
Supriadi, D., & Suryani, L. (2024). Model Pembelajaran Adaptif Bagi Sekolah
Terisolir di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran, 11(1), 45–55.
Suryaman, M. (2023). Inovasi Kurikulum Adaptif Pada Sekolah Berbasis Komunitas
Terisolir. Jurnal Kurikulum Dan Pembelajaran, 12(2), 140–150.
Syafrudin. (2026). Hasil wawancara dengan Syafrudin (Pemilik Pompong/Masyarakat
Lokal).
Tilaar, H. A. R. (2016). Mewujudkan Pendidikan Nasional yang Memberdayakan. Rineka
Cipta.
Tilaar, H. A. R. (2018). Pedagogik Kritis: Perkembangan untuk Perubahan Sosial di
Indonesia. Kompas Media Nusantara.
Widodo, S., Rahmawati, N., & Kusuma, H. (2022). Digitalisasi Pendidikan di Wilayah
Pesisir: Peluang dan Tantangan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(3), 195–210.
Wijaya, C., & Kusuma, A. (2024). Transformasi Kebijakan Sekolah Terisolir Berbasis
Kearifan Lokal. Jurnal Analisis Kebijakan Pendidikan, 8(1), 20–30.
Zimmerman, B. J. (2017). Self-Regulated Learning and Academic Achievement: Theoretical
Perspectives. Routledge.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Zulriantoni, Hairul Amin, Abdurahman, Reko, Hikmah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



